KATEGORI
- ASKEP (2)
- FISIOLOGI (3)
- KARIKATUR NUSANTARA (4)
- KEPERAWATAN JIWA (3)
- LAPORAN PENDAHULUAN (7)
- NURSE dan SASTRA (3)
- PEMERIKSAAN FISIK (5)
- PROSEDUR (2)
Monday, September 23, 2013
NEBULIZER
Nebulizer
Pengertian Nebulizer
Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol secara terus- menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan atau gelombang ultrasonik.
Tujuan pemberian Nebulizer
Untuk mengurangi sesak pada penderita asma, untuk mengencerkan dahak, bronkospasme berkurang/ menghilang.
obat-obat Nebulizer:
0. Pulmicort: kombinasi anti radang dengan obat yang melonggarkan saluran napas
1. Nacl : mengencerkan dahak
2. Bisolvon cair : mengencerkan dahak
3. Atroven : melonggarkan saluran napas
4. Berotex : melonggarkan saluran napas
5. Inflamid :untuk anti radang
6. Combiven : kombinasi untuk melonggarkan saluran napas
7. Meptin : melonggarkan saluran napas.
Kombinasi yang dianjurkan:
* Bisolvon-Berotec-Nacl
* Pulmicort-Nacl
* Combivent-Nacl
* Atroven-Bisolvon-Nacl
Indikasi dan kontraindikasi Nebulizer:
* Indikasi Nebulizer:
Untuk penderita asma, sesak napas kronik, batuk, pilek, dan gangguan saluran pernapasan.
* Kontraindikasi Nebulizer:
Pada penderita trakeotomi, pada fraktur didaerah hidung.
Macam-macam Nebulizer:
* § Nebulizer mini
Adalah alat genggam yang menyemburkan medikasi atau agens pelembab, seperti agans bronkodilator atau mukolitik menjadi partikel mikroskopik dan mengirimkannya kedalam paru-paru ketika pasien menghirup napas.
* § Nebulizer nebulizer jet-aerosol
menggunakan gas bawah tekanan
* § Nebulizer ultrasonik
menggunakan getaran frekuensi-tinggi untuk memecah air atau obat menjadi tetesan atau partikel halus.
Cara pemberian Nebulizer
a. Persiapan alat :
1) Tabung oksigen lengkap dengan flowmeter, humidifier
2) Masker Nebulizer
3) Obat yang akan diberikan
4) Spuit 2 cc (sesuai dengan jumlah obat yang diberikan)
5) Alat tulis
b. Persiapan pasien :
Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan
Menyiapkan lingkungan yang aman untuk klien dan memasang sampiran
c. Langkah- langkah :
1. Memberi posisi yang nyaman pada klien
2. Mengontrol flowmeter dan humidifier
3. Mencuci tangan
4. Menyambungkan masker nebulizer dengan tabung oksigen k/p dengan selang penghubung
5. Mengontrol apakah selang dan masker berfungsi dengan baik
6. Menghisap obat sesuai instruksi medik dan memasukkannya ke dalam tabung masker nebulizer
7. Memasang masker sesuai wajah klien
8. Mengalirkan oksigen sesuai indikasi medik
9. Mengevaluasi respon klien (pola napas)
10. Merapihkan pasien
11. Cuci tangan
12. Dokumentasi
- Jenis obat dan jumlah liter oksigen yang diberikan
- Waktu pemberian
- Reaksi pasien
d. Sikap
* Teliti
* Sabar
* Hati-hati
* Tanggap terhadap reaksi pasien
NILAI NORMAL TANDA-TANDA VITAL
Nilai Normal TTV
Nadi
Bayi
: 120-130 x/mnt
Anak
: 80-90 x/mnt
Dewasa :
70-80 x/mnt
Lansia
: 60-70 x/mnt
Catatan :
Takikardia
(Nadi di atas normal) : Lebih dari 100 x/mnt
Bradikardia
(Nadi dibawah normal) : Kurang dari 60x/mnt
Tekanan Darah
Bayi
: 70-90/50
mmHg
Anak
: 80-100/60
mmHg
Remaja
: 90-110/66
mmHg
Dewasa muda
: 110-125/60-70 mmHg
Dewasa tua
:
130-150/80-90 mmHg
Catatan :
Hipotensi
:
Kurang dari 90/60 mmHg
Normal
: 90-120/60-80 mmHg
Pre
Hipertensi
: 120-140/80-90 mmHg
Hipertensi
Stadium 1 : 140-160/90-100 mmHg
Hipertensi
Stadium 2 : Lebih dari 160/100 mmHg
Suhu Tubuh
Normal
: 36,6oC - 37,2 oC
Sub Febris
: 37 oC
- 38 oC
Febris :
38 oC - 40 oC
Hiperpireksis
: 40 oC - 42 oC
Hipotermi
: Kurang
dari 36 oC
Hipertermi
: Lebih dari 40 oC
Catatan :
Oral
: 0,2 oC – 0,5 oC lebih rendah dari suhu rektal
Axilla
: 0,5 oC lebih rendah dari suhu oral
Pernapasan / Respirasi
Bayi
: 30-40
x/mnt
Anak
: 20-30
x/mnt
Dewasa :
16-20 x/mnt
Lansia
: 14-16 x/mnt
Catatan :
Dispnea
: Pernapasan yang sulit
Tadipnea
: Pernapasan lebih dari normal ( lebih dari 20 x/menit)
Bradipnea
: Pernapasan kurang dari normal ( kurang dari 20 x/menit)
Apnea
: Pernapasan terhenti
Ipnea
: Pernapasan normal
Subscribe to:
Posts (Atom)