Rabu, 06 Maret 2013

Macam-Macam Posisi Pasien



A. POSISI FOWLER
 Pengertian
Posisi fowler merupakan posisi bed dimana kepala dan dada  tanpa fleksi lutut.
°dinaikkan setinggi 45-60
 Tujuan
1. Untuk membantu mengatasi masalah kesulitan pernafasan dan cardiovaskuler
2. Untuk melakukan aktivitas tertentu (makan, membaca, menonton televisi)
3. Peralatan
1. Tempat tidur
2. Bantal kecil
3. Gulungan handuk
4. Bantalan kaki
5. Sarung tangan (bila diperlukan)

 Prosedur kerja
1. Cuci tangan dengan menggunakan sarung tangan bila diperlukan. Menurunkan transmisi mikroorganisme.
2. Minta klien untuk memfleksikan lutut sebelum kepala dinaikkan. Mencegah klien melorot kebawah pada saat kepala dianaikkan.
 sampai
°3. Naikkan kepala bed 45 )°, fowler tinggi 60° sesuai kebutuhan. (semi fowler 15-45°60
4. Letakkan bantal kecil dibawah punggung pada kurva lumbal jika ada celah disana. Bantal akan mencegah kurva lumbal dan mencegah terjadinya fleksi lumbal.
5. Letakkan bantal kecil dibawah kepala klien. Bantal akan menyangnya kurva cervikal dari columna vertebra. Sebagai alternatif kepala klien dapat diletakkan diatas kasur tanpa bantal. Terlalu banyak bantal dibawah kepala akan menyebabkan fleksi kontraktur dari leher.
6. Letakkan bantal dibawah kaki, mulai dari lutut sampai tumit. Memberikan landasan yang, lembut dan fleksibel, mencegah ketidaknyamanan akibat dari adanya hiper ekstensi lutut, membantu klien supaya tidak melorot ke bawah.
7. Pastikan tidak ada pada area popliteal dan lulut dalam keadaan fleksi. Mencegah terjadinya kerusakan pada persyarafan dan dinding vena. Fleksi lutut membantu supaya klien tidak melorot kebawah.
8. Letakkan bantal atau gulungan handuk dibawah paha klien. Bila ekstremitas bawah pasien mengalami paralisa atau tidak mampu mengontrol ekstremitas bawah, gunakan gulungan trokhanter selain tambahan bantal dibawah panggulnya. Mencegah hiperekstensi dari lutut dan oklusi arteri popliteal yang disebabkan oleh tekanan dari berat badan. Gulungan trokhanter mencegah eksternal rotasi dari pinggul.
9. Topang telapak kaki dengan menggunakan footboart. Mencegah plantar fleksi.
10. Letakkan bantal untuk menopang kedua lengan dan tangan, bila klien memiliki kelemahan pada kedua lengan tersebut. Mencegah dislokasi bahu kebawah karena tarikan gravitasi dari lengan yang tidak disangga, meningkatkan sirkulasi dengan mencegah pengumpulan darah dalam vena, menurunkan edema pada lengan dan tangan, mencegah kontraktur fleksi pergelangan tangan.
11. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
12. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

B.SEMI FOWLER
Pengertian
Posisi semi fowler adalah suatu posisi dimana bagian kepala tempat tidur dinaikkan 25 – 30 derajat, bagian ujung dan tungkai kaki sedikit dianggkat, lutut diangkat dan ditopang, dengan demikian membuat cairan dalam rongga abdomen berkumpuldiarea pelvis

Tujuan
Tujuan pemberian posisi semi fowler adalah sebagai berikut;
mengurangi tegangan intra abdomen dan otot abdomen, memperlancar gerakan pernafasan pada pasien yang bedrest total, pada ibu post partum akan memperbaiki drainase uterus, dan memberikan rasa nyaman bagi pasien dalam beristirahat.

Prosedur
Pasien ditumpukkan pada bagian punggung.
1) Bagian kepala tempat tidur dinaikkan 30 derajat
2) Digunakan satu, dua atau tiga bantal untuk menopang kepala dan bahu.
3) Lutut dapat ditekuk sedikit dan ditopang dengan bntal.
4) Bantal dapat ditempatkan di bawah masing-masing lengan sebagai penopang.
5) Bantalan kaki mempertahankan kaki pada posisinya.
Catatan :
Posisi Fowler : Pasien duduk setengah tegak (45 – 60 derajat ) , lutut boleh ditekuk atau lurus. Ada 3 jenis posisi fowler :
High Fowler : Kepala pasien diangkat 80 – 90 derajat
Semi Fowler : Kepala pasien diangkat 30 – 45 derajat
Low  Fowler : Kepala pasien diangkat < 30 derajat

C.TRENDELENBURG
      Pengertian
Yang dimaksud dengan posisi tidur trendelenburg adalah posisi tidur pasien dalam posisi bagian kepala lebih rendah dari pada bagian kaki.
      Tujuan
Tujuan menempatkan pasien dalam posisi trendelenburg adalah :
       memudahkan perawatan dan pemeriksaan
     Pelaksanaan
Posisi tidur trendelenburg dilaksanakan pada :
§ Pasien dalam keadaan syok.
§ Pasien dengan tekanan darah rendah
§ Mencuci tangan.
Persiapan alat-alat
Alat-alat yang disiapkan untuk melaksanakan posisi tidur ini adalah :
§ Dua potong balok yang sama tinggi untuk meninggikan bagian kaki tempat tidur atau ada tempat tidur yang bias dinaikkan bagian kakinya.
 Cara bekerja
Cara melaksanakan posisi tidur trendelenburg ini adalah sebagai berikut :
§ Memberi tahu pasien
§ Mencuci tangan
§ Mengangkat bantal
§ Memasang balok pada kedua kaki tempat tidur, di bagian kaki pasien atau menaikkan pada bagian kaki bila ada tempat tidur yang bias diatur.
§ Merapikan pasien
§ Perhatikan keadaan umum pasien selama bekerja

D.POSISI GENU PEKTORAL (KNEE CHEST)
Pengertian
Pada posisi ini genu pectoral, pasien menugging dengan kedua kaki di tekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur.

Tujuan:
Pemeriksaan daerah rectum dan sigmoid
Alat dan bahan:
1.      Tempat tidur
2.      Selimut
Prosedur pelaksanaan:
1.      Jelaskan prosedur yang akan di lakukan
2.      Cuci tangan
3.      Minta pasien untuk mengambil posisi menungging dengan kedua kaki di tekuk dan dada menempel pada matras tempat tidur
4.      Pasang selimut untuk menutupi daerah parineal pasien
5.      Cuci tangan setelah prosedur di lakukan.         

   E. POSISI LITOTOMI
      Pengertian
Pada posisi ini, pasien di tempatkan pada posisi telentang dengan mengangkat kedua kaki dan di tarik ke atas abdomen.

Tujuan:
1.      Pemeriksaan alat genitalia
2.      Proses persalinan
3.      Pemasangan alat kontrasepsi
Alat dan bahan:
1.      Bantal
2.      Tempat tidur khusus
3.      Selimut /kain penutup
Prosedur pelaksanaan:
1.      Jelaskan prosedur yang akan di lakukan
2.      Cuci tangan
3.      Pasien dalam keadaan berbaring (telentang)
4.      Angkat kedua paha dan tarik ke atas abdomen
5.      Tungkai bawah membentuk sudut 90 terhadap paha
6.      Letakkan bagian lutut /da penyangga kaki di tempat tidur khusus untuk posisi litotomi
7.      Pasang selimut
8.      Cuci tangan setelah prosedur di lakukan

  F. DORSAL RECUMBENT
      Pengertian
Pada posisi ini, pasien di tempatkan pada posisi telentang dengan kedua lutut fleksi di atas tempat tidur.

Tujuan:
1.      Perawatan daerah genitalia
2.      Pemeriksaan genitalia
3.      Posisi pada proses persalinan

Alat dan bahan:
1.      Bantal
2.      Tempat tidur khusus
3.      Selimut
Prosedur pelaksanaan:
1.      Jelaskan prosedur pada pasien yang akan di lakukan
2.      Cuci tangan
3.      Pasien dalam keadaan berbaring (telental)
4.      Pakaian bawah di buka
5.      Tekuk lutut dan di renggangkan
6.      Pasang selimut untuk menutupi area genitalia
7.      Cuci tangan setelah prosedur di lakukan     
               
     G.POSISI SIM
      Pengertian:
Pada posisi ini pasien berbaring miring baik ke kanan atau ke kiri.

Tujuan:
·         Memberikan kenyamanan
·         Melakukan huknah
·         Memberikan obat per anus
·         Memberikan pemeriksaan daerah anus
Alat dan bahan:
Bantal
Prosedur pelaksanaan:
1.      Cuci tangan
2.      Lakukan persiapan seperti di uraikan di atas
3.      Tempatkan kepala datar di tempat tidur
4.      Tempatkan pasien dalam posisi telentang
5.      Posisikan pasien dalam posisi miring yang sebagian pada abdomen
6.      Tempatkan bantal kecil di bawah kepala
7.      Tempatkan bantal di bawah lengan atas yang di fleksikan, yang menyokong lengan setinggi bahu. Sokong lengan lain di atas tempat tidur.
8.      Tempatkan bantal di bawah tungkai atas yang di fleksikan, yang menyokong tungkai setinggi panggul.
9.      Tempatkan bantal pasien paralel dengan permukaan plantar kaki.
10.  Turunkan tempat tidur.
11.  Observasi posisi sejajaran tubuh, tingkat kenyamanan, dan titik potensi tekanan.
12.  Cuci tangan
13.  Catat prosedur, termasuk posisi yang di tetapkan, kondisi kulit, gerakan sendi, kemampuan pasien membantu bergerak, dan kenyamanan pasien.